Tidur Dengan Verbal Diplester, Alasan Kesehatan Atau Ikut Tren Saja?

Tidur dengan ekspresi diplester merupakan salah satu teknik pernapasan yang disebut Buteyko. (Foto: iStock) Tidur dengan ekspresi diplester merupakan salah satu teknik pernapasan yang disebut Buteyko. (Foto: iStock)

Jakarta - Belum usang ini penyanyi Andien membagikan kebiasaannya yang cukup unik yakni tidur dengan ekspresi diplester. Kebiasaan tersebut sudah dilakukannya selama beberapa bulan terakhir. Melihat kebiasaan tidurnya itu, banyak netizen sontak bertanya-tanya mengenai teknik yang ia lakukan dan beberapa berniat untuk meniru.

Tidur dengan ekspresi diplester merupakan salah satu teknik pernapasan yang disebut Buteyko Breathing. Teknik pernapasan ini menekankan bahwa bernapas normal yakni melalui hidung, bukan ekspresi yang dilakukan supaya badan mendapat oksigenasi jaringan dan organ yang lebih baik.

Salah satu manfaat yang didapatkan dari melaksanakan teknik pernapasan ini yakni seseorang bisa tidur lebih nyenyak bahkan bisa menghilangkan kebiasaan ngorok. Testimoni ini bahkan sudah diamini oleh Andien sendiri yang merasa bahwa tidur dengan ekspresi diplester sangat bermanfaat untuk kesehatannnya.

"Latihan buteyko breathing yang saya rasakan banyak manfaatnya. tapi mungkin kalo belum punya kesempatan itu, mulai dengan memplester ekspresi ketika tidur," tulis Andien di instagram story miliknya.



Meski teknik tersebut diklaim bisa menyembuhkan penyakit tidur, praktisi kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja, RSPGT, menuturkan bahwa sleep apnea atau gangguan tidur tidak bisa diobati hanya dengan memplester ekspresi saja.

"Sleep apnea ya kalau sudah ada gangguan napasnya mustahil teratasi hanya dengan merapatkan mulut. Kaprikornus harus dibedakan mengatasi dengkuran dengan mengatasi sleep apnea," katanya kepada detikHealth, Rabu (10/7/2019).

Menggunakan plester untuk menutupi ekspresi ketika tidur mungkin bisa berhasil pada mereka yang mempunyai kebiasaan ngorok. Namun bila mengidap gangguan tidur lain, ada langkah medis tertentu yang harus diterapkan.



Meski dianggap tidak mempunyai manfaat yang berarti, dr Ade menyampaikan tak apa untuk mencoba. Untuk pengaruh sampingnya sendiri pun tidak ada. Bahkan, dr Ade, sapaannya, menyampaikan tidak ada duduk kasus bila ingin mencoba teknik tidur tersebut.

"Bahaya sih nggak. Ya kalaupun engap niscaya kebangun. Tinggal buka plesternya mudah kan," lanjutnya.

Jika sudah mencoba trik plester ekspresi dikala tidur namun tidak mendapat pengaruh yang diinginkan, bisa saja ada gangguan pernapasan atau sleep apnea yang diderita. Maka disarankan supaya segera berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosa yang tepat.



Simak Video "Lebih Baik Tidur dengan Lampu Terang atau Temaram?"
[Gambas:Video 20detik]

Belum ada Komentar untuk "Tidur Dengan Verbal Diplester, Alasan Kesehatan Atau Ikut Tren Saja?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel